This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Jumat, 13 September 2013



METODE AUTHENTIKASI  JARINGAN WIRELESS 
MODUS INFRASTRUKTUR (HOTSPOT)




1.  Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
            Tidaklah asing lagi mendengar istilah ”Wireless”, kemajuan teknologi yang sangat pesat memungkinkan peralatan – peralatan yang menggunakan teknologi kabel digantikan dengan teknologi yang tidak menggunakan kabel seperti media frekuensi radio. Wireless biasa disebut banyak orang sebagai media yang menghubungkan antar device yang satu kedevice yang lain tanpa menggunakan kabel. Televisi, radio, handphone, remote control, controller PS3, wireless mouse, dsb hanyalah sebagian kecil alat-alat yang menggunakan teknologi wireless. mungkin inilah yang menjadikan istilah ”wireless” sangat populer dan cepat berkembang.

Penggunaan Teknologi wireless banyak digunakan untuk pengganti kabel -  kabel LAN atau bahkan WAN dikarenakan penggunaan wireless untuk kasus tertentu lebih efisien dan lebih hemat.
Contohnya saja, untuk jaringan LAN,  sekarang banyak sekali terdapat  ”Hotspot” atau area yang menggunakan media wireless untuk koneksi ke internet, area Hotspot ini banyak sekali kita temukan bahkan banyak yang menyediakan akses free hotspot agar semua orang dapat menggunakan layanan ini secara gratis seperti di Universitas, Kafe, Mall, Kantor, Sekolah Menengah dan bahkan tempat – tempat umum lainnya seperti tempat rekreasi yang disediakan oleh jasa pihak ISP (Penyedia Jasa Layanan Internet) dan Pemda.

Implementasi Wireless di warnet pun sudah mulai digunakan yaitu dengan menggunakan Accest Point dan tidak lagi menggunakan kabel UTP dan Switch yang tentunya akan merepotkan dalam instalasinya, apalagi jika di tempat tersebut yang menggunakan banyak komputer, mungkin akan lebih efisien penggunaannya.
Untuk jaringan WAN sendiri, wireless dapat digunakan untuk menggantikan kabel Fiber Optik yang mahal harganya yaitu  dengan menggunakan teknologi VSAT atau penggunaan BTS – BTS yang ada.


Teknologi yang digunakan untuk masing – masing kebutuhan pun berbeda – beda sesuai dengan jarak tempuh yang mampu ditangani oleh teknologi tersebut, contohnya saja Bluetooth hanya bisa menjangkau jarak tidak sampai sampai 10m, dan jaringan hotspot Wi-fi hanya menjangkau area 100-200 meter, apalagi jika terhalang dinding maka coverage area yang didapat akan semakin kecil.

Seiring dengan perkembangan teknologi wireless juga, semakin banyak pula dan beragam serangan – serangan terhadap keamanan dari wireless tersebut terlebih lagi dijaringan hotspot. Metode – metode authentikasi dan keamanan pada jaringan hotspot juga semakin beragam dan diperbaiki. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk membahas metode – metode authentikasi pada jaringan wi-fi tersebut.

1. 2. Tujuan Penulisan
      Dalam karya ilmiah ini, adapun tujuan penulisan nya adalah untuk mengetahui metode – metode authentikasi yang baik untuk diterapkan dalam membangun jaringan hospot agar terhindar dari serangan hacker atau masuknya intruder illegal ke dalam jaringan wireless.

1. 3. Metode Penulisan
  Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode literatur dan melakukan percobaan. Penulis mendapatkan bahan dari berbagai sumber literatur baik yang tertulis dari buku maupun dari internet yang berkaitan dengan metode authentikasi pada keamanan jaringan hotspot wi-fi.


2. LANDASAN TEORI


Wireless, Wi-fi , dan Hotspot
 Wireless menggunakan gelombang radio electromagnetic untuk berkomunikasi dengan lainnya. Sebagai media transmisi menggantikan media kabel. Semakin jauh jangkaun dari wireless maka sinyal dan kecepatan yang akan didapatkan diujung akan semakin rendah. Wireless Fidelity adalah standar yang dibuat oleh konsorsium perusahaan produsen peranti W-LAN yaitu Wireless Ethernet Communications Alliance untuk mempromosikan kompatibilitas perangkat 802.11.
HotSpot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu Access Point Wireless
LAN standar 802.11a/b/g, dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access Point
secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA atau
lainnya  (Deris Stiawan, Wireless Fundamental, Instalation & Implemetations, 2008).

 

3.  PEMBAHASAN


Jaringan hotspot wi-fi yang menggunakan media udara menyebabkan banyak kelemahan di jaringan wireless hotspot jika dibandingkan penggunaan jaringan kabel contohnya keamanan data yang dilewatkan diudara maupun masalah interferensi. Masalah keamanan data ini timbul karena media udara adalah media publik dimana siapapun orang bisa masuk ke dalamnya secara bebas.
Karena jaringan wireless merupakan jaringan yang memiliki topologi terbuka,
maka harus lebih diperhatikan masalah keamanannya. Secara minimal, sekuritas dalam
WLAN menggunakan sistem SSID (Service Set Identifier), sedangkan untuk lebih aman, digunakan metode enkripsi agar lalu lintas data tidak dapat dibaca oleh pihak luar. Jenis authentikasi ada bermacam-macam, yaitu Open System, Shared Key, WPA-PKS,
WPA2 – PSK, dan 802.1X / EAP.
Keamanan pada jaringan wireless hotspot ini dimulai dengan standar yang dikeluarkan ieee yaitu standar 802.11 lalu semakin diperbaiki kelemahan nya dengan mengeluarkan standar – standar berikutnya.
Standar – standar tersebut memilki metode - metode authentikasi yang berbeda, seiring dengan berkembangnya teknologi wireless.


 
To be continued..










0 komentar:

Posting Komentar